Apa dan Bagaimana Cengkeh Itu

Cengkeh merupakan tanaman rempah yang memiliki nama ilmiah Eugenia aromatica O.K. Tanaman ini juga dikenal dengan beberapa nama lain, antara lain Eugenia caryophyllata (Thunb), Caryophyllus aromaticus (Linn), dan Jambosa caryophyllus (Spreng). Seluruh nama tersebut merujuk pada tanaman yang termasuk ke dalam famili Myrtaceae, satu kelompok dengan tanaman Eugenia jambos.

Ciri-ciri Pohon Cengkeh

Foto Pohon Cengkeh
Pohon cengkeh memiliki kayu yang sangat keras dan kuat. Batangnya tumbuh tegak dengan percabangan yang rapat serta tersusun rapi. Ranting-rantingnya tidak menyebar secara acak, melainkan membentuk tajuk menyerupai limas sehingga tampak seperti semak yang padat. Batang pohon berwarna abu-abu dengan tekstur kulit yang kasar. Kulit pada cabang-cabangnya tergolong tipis dan sulit untuk dilepaskan. Pohon cengkeh dikenal sebagai tanaman berumur panjang, dapat hidup hingga sekitar 100 tahun, dengan tinggi mencapai 18–20 meter.

Foto Daun Cengkeh
Daun cengkeh berbentuk lonjong dengan tekstur tebal dan kuat. Warna daunnya bervariasi, mulai dari hijau muda, kekuningan, hingga hijau tua kehitaman. Permukaan atas daun umumnya berwarna lebih gelap dan mengilap, sedangkan bagian bawahnya tampak lebih kusam. Daun yang masih muda biasanya berwarna kemerahan dan akan berubah menjadi lebih gelap seiring pertambahan usia.
Foto Tangkai Cengkeh
Tangkai daun cengkeh memiliki panjang sekitar seperempat dari panjang helaian daun. Pada bagian tengah daun terdapat tulang daun utama yang memanjang, dengan urat-urat kecil yang menyebar ke sisi kiri dan kanan. Jaringan urat inilah yang membentuk kerangka daun.

Susunan daun pada pohon cengkeh saling berhadapan. Dari setiap ruas daun akan tumbuh tunas yang berkembang menjadi cabang utama. Selanjutnya, pada ketiak cabang utama akan muncul tunas-tunas baru yang membentuk cabang berikutnya. Setelah percabangan terbentuk, bunga cengkeh akan tumbuh pada bagian ranting.

Daun cengkeh yang tebal dan mengilap mengandung minyak atsiri sehingga tidak mudah menyerap air. Kondisi ini juga membantu proses pengolahan dan distribusi zat makanan yang diserap oleh akar ke seluruh bagian tanaman.

Sistem perakaran pohon cengkeh terdiri atas beberapa bagian, yaitu tudung akar yang berfungsi melindungi ujung akar saat menembus tanah, akar tunggang yang tumbuh lurus dan dalam sebagai penopang utama pohon serta cadangan air saat musim kering, akar serabut yang halus dan tumbuh dari akar tunggang, akar lebar yang berada dekat permukaan tanah, serta bulu-bulu akar yang berjumlah banyak dan berperan dalam menyerap unsur hara dari tanah meskipun mudah terputus.

Bunga dan buah cengkeh tumbuh secara berkelompok dalam bentuk tandan. Setiap tandan biasanya terdiri atas sekitar 5 hingga 10 kelompok bunga. Bunga cengkeh tersusun atas empat bagian utama yang dilindungi oleh empat helai daun mahkota. Bagian ini melindungi benang sari, tangkai putik, dan bakal buah yang berada di dalamnya.

Bunga cengkeh termasuk bunga sempurna karena memiliki alat kelamin jantan dan betina sekaligus. Oleh karena itu, proses penyerbukan dapat terjadi secara sendiri maupun silang. Penyerbukan silang dapat dibantu oleh angin, serangga, atau aktivitas manusia. Proses mekarnya bunga berlangsung secara teratur, biasanya pada pagi hari. Beberapa jam setelah bunga mekar, serbuk sari akan dilepaskan dan kepala putik siap menerima serbuk tersebut.

Selain itu, penyerbukan juga dapat terjadi dengan tanaman cengkeh lain yang berbeda jenis, sehingga memungkinkan terjadinya perubahan sifat pada hasil cengkeh yang dihasilkan.

Jenis-Jenis Cengkeh

Di Indonesia, terdapat tiga jenis cengkeh yang paling umum dibudidayakan, yaitu cengkeh Zanzibar, cengkeh Sikotok, dan cengkeh Siputih. Ketiga jenis ini memiliki karakteristik morfologi yang berbeda sehingga dapat dibedakan satu sama lain berdasarkan bentuk tajuk, warna daun, serta ciri bunga dan percabangannya.

Cengkeh Zanzibar


Cengkeh Zanzibar memiliki tajuk daun berbentuk silindris. Warna daunnya bervariasi, mulai dari kemerahan, hijau kemerahan, hingga merah dengan semburat jingga. Perbedaan warna tersebut menunjukkan bahwa varietas Zanzibar yang tumbuh di Indonesia masih bersifat beragam. Warna bakal bunganya umumnya mengikuti warna daun, sehingga tanaman berdaun kehijauan akan menghasilkan bakal bunga kehijauan, sedangkan yang berdaun kemerahan akan memiliki bakal bunga berwarna serupa. Setiap tandan bunga pada jenis ini dapat menghasilkan sekitar 50 kuntum.

Ciri khas lain dari cengkeh Zanzibar adalah tajuknya yang sangat rimbun, dengan daun-daun yang menutupi hampir seluruh batang. Percabangan pada jenis ini tumbuh aktif dari bagian bawah hingga ke pucuk dan jarang mengalami kematian, sehingga tanaman tampak lebat. Cabang-cabangnya tumbuh agak mendatar dengan ujung yang sedikit melengkung.

Secara historis, cengkeh Zanzibar berasal dari wilayah Maluku dan oleh masyarakat Ambon dikenal dengan sebutan Bungulawankiri. Salah satu ciri yang mudah dikenali adalah ukuran pangkal daun yang relatif kecil. Buahnya berbentuk lonjong ketika telah matang. Dibandingkan jenis lainnya, pohon cengkeh Zanzibar umumnya memiliki ukuran yang lebih besar dan tampak lebih kokoh.

Cengkeh Sikotok


Cengkeh Sikotok memiliki tajuk berbentuk piramida, meskipun pada beberapa tanaman dapat dijumpai tajuk silindris. Warna daunnya berkisar antara hijau kekuningan hingga hijau tua kehitaman. Tekstur daunnya terasa lebih kaku apabila dibandingkan dengan cengkeh Zanzibar. Percabangan dan daunnya cukup rapat sehingga menutupi bagian ranting. Sama seperti Zanzibar, cabang-cabang pada jenis Sikotok juga tumbuh dari bawah hingga ke atas, namun arah pertumbuhannya cenderung lebih tegak dan membentuk sudut terhadap batang utama.

Bunga cengkeh Sikotok berwarna kuning dengan sedikit nuansa kemerahan pada bagian tongkol. Setiap rumpun bunga dapat menghasilkan sekitar 20 hingga 50 kuntum, sehingga jumlah bunganya hampir setara dengan cengkeh Zanzibar. Batang pohonnya relatif lebih kecil dibandingkan Zanzibar, tetapi tetap memiliki kayu yang keras dan kuat.

Cengkeh Siputih


Cengkeh Siputih merupakan jenis dengan ukuran pohon paling kecil dibandingkan dua jenis lainnya. Jumlah daunnya lebih sedikit dan tidak serimbun Zanzibar maupun Sikotok. Daunnya berwarna kuning atau hijau muda dengan ukuran helai yang relatif besar.

Percabangan pada jenis Siputih cenderung jarang, terutama di bagian bawah batang. Cabang-cabang baru biasanya mulai tumbuh pada ketinggian sekitar dua meter dari permukaan tanah. Bunga cengkeh Siputih berukuran lebih besar dibandingkan bunga Zanzibar dan Sikotok, dengan warna kuning atau hijau muda. Karena ukuran bunganya yang besar, jumlah bunga dalam setiap tandan relatif sedikit, umumnya berkisar antara 15 hingga 20 kuntum.

Sering terjadinya persilangan antarjenis cengkeh menyebabkan perbedaan ciri menjadi kurang tegas, sehingga dalam beberapa kasus cukup sulit untuk membedakan jenis-jenis tersebut secara pasti.

Post a Comment for "Apa dan Bagaimana Cengkeh Itu"